Di simpang jalan yang (pernah?)kau tempuh

Aku temui janji yang terkapar

Di dasar bunga yang kau tanam

Aku temui waktu yang terlelap

Hidupku luruh dalam larutan malam

Dalam debu-debu aku mengendap

Ah, dimanakah lagi

aku harus mencari?

290909

 

Ada yang baru, di hari rabu..

Apakah itu? Masalah-masalah..tiada akhir, tanpa awal..seperti loop saja

:), bingung ah, copy sajak favorit saya aja..

sajaknya Sapardi..

“Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil berjalan tunduk sepanjang lorong itu.

Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa.
Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk memecahkan cermin membakar tempat tidur.

Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.”

— Sapardi Djoko Damono

yahh, thats why i love rain..because no one knows i’m crying

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Arsip